Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) is a technical implementation unit under the Directorate General of Natural Resources and Ecosystem Conservation (KSDAE), Ministry of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia. Officially designated as a national park in 2004 through the Decree of the Minister of Forestry No. SK.134/Menhut-II/2004, this area covers approximately ±6,410 hectares spread across the Special Region of Yogyakarta Province and Central Java. Balai Taman Nasional Gunung Merapi plays a crucial role in biodiversity conservation, watershed management, and as a protected area for life support systems.
This area is a habitat for various types of flora and fauna, including endemic and protected species such as the Javan Hawk-eagle (Nisaetus bartelsi), Javan Leopard (Panthera pardus melas), and various types of forest orchids. In addition to its conservation functions, BTNGM is also committed to developing education, research, and conservation-based nature tourism activities. Some of the leading natural tourism destinations in this area include the Mount Merapi Climbing Route via Selo, Kaliurang area, Turgo Hill, and the Mount Merapi Museum.
In its management efforts, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) prioritizes collaboration with local communities, educational institutions, nature lover communities, and other conservation partners. With the spirit of "Sustainable Conservation, Harmonious Merapi," BTNGM strives to maintain a balance between the protection of natural resources and community empowerment. We invite the manager of Balai Taman Nasional Gunung Merapi to create a customized and exclusive company showcase and product listing on our platform.
Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) adalah unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Secara resmi ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 2004 melalui Keputusan Menteri Kehutanan No. SK.134/Menhut-II/2004, kawasan ini mencakup wilayah seluas ±6.410 hektar yang tersebar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Balai Taman Nasional Gunung Merapi memainkan peran penting dalam konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan daerah tangkapan air, serta sebagai kawasan pelindung sistem penyangga kehidupan.
Kawasan ini merupakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, termasuk spesies endemik dan dilindungi seperti Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), Macan Tutul (Panthera pardus melas), dan berbagai jenis anggrek hutan. Selain fungsi konservasi, BTNGM juga berkomitmen pada pengembangan kegiatan edukasi, penelitian, serta pariwisata alam berbasis konservasi. Beberapa destinasi wisata alam unggulan di kawasan ini antara lain adalah Jalur Pendakian Gunung Merapi via Selo, kawasan Kaliurang, Bukit Turgo, dan Museum Gunungapi Merapi.
Dalam upaya pengelolaan, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) mengedepankan kolaborasi dengan masyarakat sekitar kawasan, lembaga pendidikan, komunitas pecinta alam, serta mitra konservasi lainnya. Dengan semangat "Konservasi Lestari, Merapi Harmoni," BTNGM berupaya menjaga keseimbangan antara perlindungan sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat. Kami mengundang manajer Balai Taman Nasional Gunung Merapi untuk membuat pameran perusahaan dan daftar produk yang disesuaikan dan eksklusif di platform kami.
Other organizations in the same industry
This company is also known as